Pamanslam's Blog

Download

Setusuk Sate
*karena ndak doyan sekapur sirih*

Terus terang peluncuran e-book ini karena kegalauan saya, yang ingin jadi penulis sebuah buku, tapi belum kesampaian. Nah kok ya ada tanggal yang asyik 090909 seru kayaknya buat suatu event yang akan melekat dalam milestone sebuah kehidupan seorang penulis kambuhan *kumat kalau pas niat, males kalau pas lemes…hehe*, maka saya beranikan diri, secara BONEK untuk meluncur sebuah hasil karya sendiri, tulisan dari perenungan, obrolan, wawasan, cerita dalam
” Dongeng dari negeri Paman Slam “


Jangan bilang bahwa ini sempurna, pliss jangan plisss…*halah lebay banget emang kayak tulisannya bagus aja hihih…”yeee yang penting udah nulis,…:P”*. Ini sebenarnya hanya untuk ajang penyemangat diri untuk lebih bisa menulis, dan syukur-syukur dilihat penerbit dan jadi buku sebenarnya *Ya Allah amien…*

Saya mengawali menulis dulu saat launching portal inspirasi di wordpress, namun sejak 19 january 2009 mandeg no update, walau sudah 3000-an klik. Lalu kembali bergairah saat ngefesbuk, bikin note, dan akhirnya bikin Noter United (kumpulan para penulis amatir dan kambuhan, sedikit sih anggotanya, dan belum jalan, hanya
pernah kirim e-mail wacana menulis buku bersama).

Saat-saat menjelang kemunculannya, banyak sekali peristiwa yang melingkupi, terutama dukungan para Slammer *niru Slanker sebagai fans Slank, maksa mode : on hehe*. Ada yang ngenote cerita dari sayalah, atau hanya semangat untuk “ngompori” agar segera rilis.

Yang jelas format buku ini adalah e-book for free, you have Copy Left, dan silahkan membagi inspirasi tulisan sederhana dari kumpulan kisah, pendapat, atau sekedar candaan, atau kadang juga nasehat, dalam buku ini.

Terima kasih Ya Allah, ayah bunda, istri, saudara-saudara ku, dan sahabat-sahabat yang mau membaca, dan juga berbagi dengan tulisan saya ini. Ternyata saya bisa mewujudkan “Think” saya selama ini dengan “Things” yaitu e-book ini.

Pesan saya, pliss kalau bisa e-book ini jangan di print, agar tidak banyak
membunuh pohon-pohon untuk kesejukan dan keberadaan oksigen segar disekitar kita, Ayo Focus ke perbaikan lingkungan dan selamatkan dunia dari Global Warming, kesian Beruang Kutub.

Paman Slam
Bekasi, 09-09-09

Advertisements

Setiap kata yang tersirat dalam sebuah kondisi hati entah senang atau sedih, begitu mengalir saja dituang dalam puisi. Kadang tak berima namun mecoba memilih kata satu demi satu. merangkainya dalam bait kecil berulang berirama.

ini salah satunya, saat itu sedang rindu…

[Bukan Puisi Romantis] tentang Rindu

saat itu
dada ini pengab
menahan sesuatu
dan itu rindu

saat itu
padahal kamu begitu dekat
tapi tembok itu menghadang
bikin meradang

saat itu
aku yakin kamu tahu
aku yakin kamu pun rindu
kepadaku

sayangnya saat itu
aku memang tidak mengkilap
harus selalu di elap
agar terlihat oleh kamu

sayangnya saat itu
kamu terlalu tinggi
sampai kakiku ini jinjit
agar bisa mengintip

kalau kamu tahu
rindu ini berwarna merah
tapi penantianku lama
warna merah jadi biru berubah

tolong kasih tahu aku
sampai kapan
tolong yakinkan diriku
apakah akan

kalau memang kamu tak tahu
berikan saja tanda itu
tapi kalau kamu mau
kasih kepastian atas raguku

memendam rindu ini dari dulu
memang bukan salahmu
itu salahku
aku mengaku

aku mengaku
kamu memang pantas di rindu
akan kupantaskan diri
agar kau pun merinduku

*ditulis sambil menengadah langit mencari bintang jatuh yang salah arah itu*
*edisi rindu Muhmmadku dan Rindu Surga yang telah dijanjikan itu
*edisi sedang memantaskan diri untuk pantas

kehidupan ini seperti Bersepeda motor di jalan raya, rasanya nano-nano..

Suasana pagi yang cerah, walau agak sedikit resah.
Pagi itu melintas dengan santai di jalan, sedikit crowded
di 500 meter pertama, tapi masih bisa jalan, istilahnya
PAMER DADA , padat merayap dengan damai dan aman.

Namun, melihat tingkah polah para pengendara, selalu membuat hati ini
bertanya-tanya, mereka itu latihan naik sepeda motor dimana ya?? Selalu
saja ada perilaku tidak sopan di jalan, tanpa mematuhi rambu2 lalu
lintas.

Saya pikir lagi, apa sebaiknya sistem pemberian surat ijin memang harus
di perketat??. Bukan lagi dengan sistem yang sok ketat, namun ternyata
tetep saja yang mbayar prosesnya lebih cepat.

Pagi itu seorang pelajar, sedang menyalip sebuah kedaraan, namun saya
pikir caranya cukup berbahaya. Dan ini lebih cenderung pada naluri
sekedar ingin cepat tanpa memperhitungkan resiko. Dohh, pasti SIM nya
nembak??

Lain ceritanya dengan angkot. Ini pasti sudah menjadi trade mark
dimana-mana, bahwa kapan belok dan berhentinya angkot itu HANYA TUHAN
dan SUPIRnya yang tau. Bah,…satu pesan saya jangan pernah ngikutin
dibelakang angkot. Siap-siap kecewa minimal, kalau ndak malah sumpah
serapah, nama anggota kebun binatang satu ragunan disebutin.

Dan Hari ini kejadian lagi.

Waktu itu jalan sempit yang biasanya ndak pernah macet, tiba-tiba
menjadi penuh, istilahnya PAMER PAHA, padat tak merayap, tanpa
harapan. Apa pasal?? saat itu daku juga belum mengerti.

Tapi pemandangan yang terlihat adalah, ada ngkot diujung,
sedang berhenti, lalu ada Truk dan mobil pribadi di belakangnya, baru kita para bikers.

Posisi jalan adalah jalan Cor dengan sisi kiri kanan dalamnya 20~30 an
cm, jadi ndak mungkin menyerobot salip kiri. Dari kanan kendaraan
pribadi terhalang bikers nekat nyalip kanan. Pas, klop, dah. Namun yang
agak aneh, kenapa angkotnya berhenti lama??

Apakah sopirnya gak ada?? ~ Ada..
Mobilnya rusak?? ~ nggak, kelihatan dari deru mesinnya nyala..
Lagi ada orang turun?? ~ tidak juga
Apa itu angkot Setan ? ~ mungkin, karena biasanya kalau
ada angkot ngerem mendadak atau berhenti mendadak, orang-orang ngumpatnya, ANGKOT SETANNN!!! *sorry Bang*
Apakah itu Angkot jadi-jadian?? ~ Nggak juga, khan itu sudah pagi,
yang begituan selesainya khan kalau ayam udah berkokok.

TRUS KENAPA??

Tidak biasanya pagi itu saya sabar, dengan sesabar-sabarnya. Karena
bete banget pas berangkat, jadi hanya berpikir, mengusir rasa bete,
hanya dengan menulis. Dan Sebelum menulis harus cari bahan. Pas, Klop
dah. Kejadian pagi bisa jadi bahan tulisan, xixixixi…

eh iya Trus kenapa angkot tadi nekat berhenti ditengah bersautannya
klakson para bikers dibelakangnya??

Usut punya usut, sejak pertama berhenti, saya memang agak curiga dengan
anak2 berpakaian SD di kanan jalan. Mereka kayaknya sedang ingin
melakukan sesuatu tapi tertunda. Dan mau menyeberang tapi ndak bisa.
Namun akhirnya kemacetan yang menolong mereka, membuat mereka bisa
menyeberang. Setelah sampai disisi kiri, mereke dengan riang berlari-
lari kecil sambil tersenyum, dan mereka MENUJU ANGKOT…

Dohh, ternyata, angkot berhenti menunggu PENUMPANG, yang dua orang
adik2 kecil tadi..hehehe, akhirnya semua orang ndak jadi
marah…mungkin mereka inget anak2nya ya, kaleeee…

Lepas dari angkot, jalanan lancar kembali sampai suatu ketika…

waktu itu di belokan sempit, benar2 sempit, dengan posisi keluar dari
belokan udah masuk jalan utama denga arus kendaraan besar. Ada seorang
bikers, berhenti, saya pikir karena menunggu ada kendaraan lewat. Eh
ternyata dia ambil hape, nerima telpon. Sepertinya serius sekali. Eh lagi,
ternyata dia turun dari motor. Dan motornya diparkir ditempat itu
juga, dia mojok. PADAHAL WAKTU ITU SAATNYA HARUS JALAN LAGI.

huwaaa…bersahutan lagi dech siulan motor, bahkan ada yang sampai
teriak-teriak “ehh Goblokkk..!!!. Sementara dilain posisi, biker tadi seolah tidak menghiraukan, malah tambah asyik mojok, dengan tenang, istilahnya EGP-MLM-G, Emang gue pikirin, mang Lu mikirin Gue.

Kalau dari wajah pas nerima telpon sih, kayaknya dari Bosnya, karena
mukanya belipet gitu. Tapi mbok yao mikir, markir kendaraan asal banget, khan jadi macet.

Tapi itu segera berakhir karena beberapa saat setelah itu…

Plakkk…Eh Pak Motornya jangan diparkir disitu, gimana sih? g****k banget..

Seorang Satpam, yang ikut membantu mengatur Lalin ikutan kesel juga.
karena dia juga kasihan biker2 dibelakang ndak bisa jalan. Akhirnya
terpaksa dia meminggirkan sepeda motornya, walau seolah ndak rela
mengakhiri TELEPON pentingnya ituh.

yang gue heran dan bikin penasaran, SIAPA SIH YANG TELEPON??
sampai2 tindakan BODOH dilakukan dengan memarkir kendaraan dengan
posisi ditengah jalan, lalu dia mojok, dohhh.

Suasana pagi yang cerah, walau agak sedikit resah, akhirnya menghantarkan daku menulis ini.

Satu Pesan saya, Jadilah Biker yang baik, karena dijalanan, anda dibatasi oleh hak orang lain juga.

gitu aja *tumben serius ya pesannya hehehe*

Bulan kemarin sih sudah kapok, saya bilang, namun kok ya balik lagi kesana..

Mungkin sudah menjadi magnet dimana-mana, saat sudah menjadi bahan liputan media, sebuah rumah makan kecil di gang sempit pun diburu, sangat jelas terlihat sekarang di warung Sop Janda, siang ini.

Berderet-deret mobil parkirdi gang sempit itu *sempet saya kira, ada yang kondangan ya?, banyak banget mobilnya*. Lebih banyak dari bulan2 sebelumnya. Dan sekarang, konon, ada yang menyediakan lahan parkir mobil exclusive, VIP lah istilahnya, karena ternyata disitu ndak mau dibayar seribu hehehe.

Warung itu ramai, apalagi pas jam makan siang, ruangan penuh, panas, ditambah harus antri di dapur kalau mau cepet dapat sop nya. Nasi ambil sendiri, jadi terserah ukuran tiap orang, mau versi kuli atau jaim. Ada gorengan, kulkas pun boleh buka sendiri, untuk sekedar minuman botol ataupun air putih.

Bermacam macam warna seragam baju mereka, karena memang warung ini ada di “balik” kawasan industri MM2100 Cibitung, yang begitu luasnya sehingga banyak sekali perusahaan berdiri disana.

Untuk ukuran sebuah rumah makan, memang sih belum terlalu layak untuk dikatakan nyaman, karena memang masih asli, belum ada perubahan sejak berdiri, dan sudah seharusnya renovasi.

Namun saya berpikir ulang, kalau sudah di renov, takutnya ndak kaya dulu lagi, lagian juga mahal, mungkin sih. Tapi yang mengherankan, walaupun tahu tempatnya begitu, sejak banyak TV dan juga media online termasuk detikfood, sudah memasukkannya dalam artikel, semakin ramai saja.

Nama Sop Janda sepertinya dulu hanya sekedar guyonan orang yang datang, karena memang yang jualan sop di tempat tersebut termasuk karyawannya, kebanyakan janda. Kalua sopnya sih Sop Iga sapi. Namun menurut kabar, para janda sudah banyak yang menikah lagi *gosipnya lho*. Tahu juga karena suami barunya matre atau emang apa, tapi yang jelas karena udah terlanjur terkenal dengan nama itu, akhirnya sudah menjadi trademark dan brand, bahwa semua orang menyebut Warung itu Sop Janda.

Dari sisi rasa jangan tanya dech, maknyuss, hot, bahkan boleh dibilang Super duper Hot. Sebelum anda merasakannya saja, anda sudah bisa lihat orang2 yang keluar dari warung itu, bibirnya pada jontor semua, ngos2an, dan juga berkeringat segede jagung diseluruh mukanya, hehe.

Tampang puas kepedesan bercampur panas karena kebanyakan orang, sudah menjadi pemandangan keseharian di warung itu.

Namun ternyata, mereka berinovasi juga, membikin perubahan menu. Kalau dulu yang ada hanya yang Super HOT pedas, sekarang mereka mengembangkan pangsa pasarnya dengan menyediakan menu biasa, sedang, dan Pedas. Ini memungkinkan mengajak semua keluarga kesana termasuk yang alergi pedas. Dan ini pula yang membuat teman2 saya yang dulunya kapok jadi datang lagi.

Anda ingin mencoba?, ayo mampir aja, silahkan. Anda pasti akan tergoda ngejanda lagi eh maksudnya tergoda untuk makan sop janda lagi.

(ditulis dengan kondisi bibir jontor, sambil nenggak es teh)

Tepat di tanggal ini, sebuah impian pribadi terwujud, walau hanya sederhana. Tulisan saya di note dan blog, saya bukukan dalam sebuah e-book sederhana, “Dongeng dari negeri Paman Slam”. Berisi tentang berbagi kisah, nasehat, dan inspirasi warna warni kehidupan saya, yang mungkin juga ndak jauh beda dengan kehidupan para pembaca. Semoga langkah kecil ini, bisa jadi awal kebaikan ke depan, amien.

E-Book Cover1

Tags: